Dalam beberapa tahun terakhir, dunia investasi mengalami perubahan yang cukup signifikan. Jika sebelumnya investor hanya berfokus pada potensi keuntungan, kini semakin banyak investor yang juga mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan dari setiap keputusan investasinya.
Konsep ini dikenal sebagai investasi berkelanjutan atau sustainable investing, yaitu pendekatan investasi yang tidak hanya mempertimbangkan potensi imbal hasil, tetapi juga dampak terhadap pembangunan yang lebih berkelanjutan.
Di Indonesia, salah satu instrumen yang mendukung konsep tersebut adalah SDG Bond, yaitu Surat Berharga Negara (SBN) yang diterbitkan oleh Pemerintah untuk mendukung proyek-proyek yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDG).
SDGs Bond merupakan Surat Berharga Negara (SBN) yang diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia untuk menghimpun dana yang dialokasikan bagi pembiayaan proyek-proyek yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG). SDG sendiri adalah 17 tujuan pembangunan berkelanjutan yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan target pencapaian pada tahun 2030. Tujuan tersebut mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, penyediaan energi bersih, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, hingga penanganan perubahan iklim.
Sebagai instrumen yang diterbitkan oleh Pemerintah, SDG Bond memiliki karakteristik seperti obligasi negara pada umumnya, seperti pembayaran kupon secara berkala serta pembayaran pokok dan kupon yang dijamin oleh negara sesuai ketentuan yang berlaku. Perbedaannya terletak pada penggunaan dana hasil penerbitannya. Pada SDG Bond, dana yang dihimpun dialokasikan untuk mendukung proyek-proyek yang memenuhi kriteria pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian, investor tidak hanya berpotensi memperoleh imbal hasil, tetapi juga turut berkontribusi dalam mendukung pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Dana yang diperoleh dari penerbitan SDG Bond digunakan untuk mendukung pembiayaan proyek-proyek pemerintah yang memenuhi kriteria pembangunan berkelanjutan.
Secara umum, pembiayaan tersebut dapat diarahkan pada sektor-sektor yang berkaitan dengan tujuan SDG, seperti kesehatan, pendidikan, energi bersih, infrastruktur berkelanjutan, perlindungan lingkungan, hingga penanganan perubahan iklim.
Beberapa contoh tujuan SDG yang paling relevan dengan pembiayaan berkelanjutan antara lain:
1. SDG 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Pembiayaan dapat mendukung peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan, termasuk fasilitas kesehatan, alat kesehatan, serta program kesehatan masyarakat.
2. SDG 4 – Pendidikan Berkualitas
Dana dapat diarahkan untuk mendukung peningkatan akses pendidikan, pembangunan atau perbaikan fasilitas pendidikan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
3. SDG 7 – Energi Bersih dan Terjangkau (Affordable and Clean Energy)
Pembiayaan dapat digunakan untuk mendukung pengembangan energi bersih, efisiensi energi, serta infrastruktur kelistrikan yang lebih berkelanjutan.
4. SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur
Proyek infrastruktur, konektivitas, teknologi, dan inovasi dapat menjadi bagian dari pembangunan yang mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih produktif dan berkelanjutan.
5. SDG 13 – Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action)
Pembiayaan dapat mendukung upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, termasuk penguatan, ketahanan terhadap risiko lingkungan dan bencana.
Dengan demikian, investasi pada SDG Bond tidak hanya memberikan potensi keuntungan finansial, tetapi juga dapat menghasilkan dampak positif bagi masyarakat luas dan pembangunan nasional.
Saat memilih instrumen investasi, potensi keuntungan tetap menjadi salah satu pertimbangan utama. Namun, semakin banyak investor yang mulai melihat nilai tambah lain, yaitu bagaimana dana yang diinvestasikan dapat memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.
Konsep inilah yang membuat investasi berkelanjutan semakin relevan, terutama bagi generasi muda yang ingin mengembangkan aset sekaligus menjadi bagian dari perubahan positif.
Saat ini, Anda dapat mengikuti masa penawaran ORI030, salah satu instrumen Obligasi Negara Ritel yang diterbitkan Pemerintah Indonesia. ORI030 hadir dalam dua pilihan tenor, yaitu ORI030-T3 dengan jangka waktu 3 tahun dan ORI030-T6 dengan jangka waktu 6 tahun. Khusus ORI030-T6, instrumen ini merupakan SDG Bond Ritel, yaitu obligasi negara yang dana hasil penerbitannya dialokasikan untuk membiayai proyek-proyek pemerintah yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG).
Sementara itu, ORI030-T3 ditujukan untuk mendukung pembiayaan APBN secara umum. Melalui ORI030, investor berkesempatan berinvestasi pada instrumen yang relatif aman, memperoleh kupon tetap, sekaligus berkontribusi dalam pembiayaan pembangunan nasional, termasuk pembangunan berkelanjutan melalui ORI030-T6.
Baca juga: ORI030, Pilihan Berharga Untuk Esok yang Penuh Makna
Jangan lewatkan masa penawarannya. Buka aplikasi New BIONS by BNI Sekuritas, lakukan pemesanan ORI030, dan mulai langkah investasi Anda bersama instrumen SBN yang terpercaya.
Author Detail
BIONS